Ajukan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA

 

Ajukan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA

Piala Dunia U-17 Sukses, Presiden Minta Kemenpora dan PSSI Kembali Ajukan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA

Ajukan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA. Pada bulan November 2019 lalu, Indonesia sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi tim nasional U-17, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional dengan sukses.

Piala Dunia U-17 FIFA merupakan salah satu turnamen sepak bola terbesar di dunia yang diikuti oleh tim-tim nasional U-17 dari berbagai negara. Selain menjadi ajang bagi para pemain muda untuk berkompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi sepak bola di negara tuan rumah.

Presiden Joko Widodo pun memberikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di Indonesia. Beliau juga meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk kembali mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA.

Presiden menyadari bahwa penyelenggaraan Piala Dunia FIFA adalah tugas yang besar dan membutuhkan persiapan yang matang. Namun, beliau yakin bahwa Indonesia memiliki potensi dan kemampuan untuk menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki basis penggemar sepak bola yang besar. Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola sangat tinggi, terbukti dari dukungan yang luar biasa saat tim nasional U-17 berlaga di Piala Dunia FIFA.

Ajukan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA

Di samping itu, Indonesia juga memiliki infrastruktur olahraga yang memadai untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional. Stadion-stadion yang ada di berbagai kota di Indonesia telah memenuhi standar FIFA dan siap untuk menjadi tempat pertandingan yang spektakuler.

Selain itu, Indonesia juga memiliki keindahan alam dan budaya yang kaya. Keberagaman budaya dan destinasi wisata yang menakjubkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi para pengunjung dan peserta turnamen. Hal ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua orang yang datang ke Indonesia untuk menyaksikan Piala Dunia FIFA.

Ajang Piala Dunia FIFA juga akan memberikan dampak positif bagi pembangunan sepak bola di Indonesia. Seperti yang telah terbukti dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17, turnamen ini akan mendorong perkembangan sepak bola di tingkat pemuda dan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga ini.

Presiden Joko Widodo berharap bahwa Kemenpora dan PSSI dapat segera mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA. Beliau yakin bahwa dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia, Indonesia akan mampu sukses menyelenggarakan turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.

Prestasi penyelenggaraan Piala Dunia U-17 menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi dan kemampuan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA. Melalui turnamen ini, Indonesia dapat memperlihatkan kepada dunia bahwa negara ini siap menjadi tuan rumah yang luar biasa untuk acara olahraga internasional.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo bersama Ketua Umum (Ketum) PSSI yang juga Menteri BUMN Erick Thohir pada Senin (4/12) siang mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers terkait Piala Dunia FIFA U-17 Indonesia.

Ajukan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA

Dalam keterangan pers di VIP Room Lanud Halim Perdanakusuma tersebut, Presiden menyebut Piala Dunia U-17 yang secara resmi berakhir Sabtu (2/12) telah berlangsung dengan sukses. Malahan ajang internasional yang digelar di Indonesia itu disebut mendapat apresiasi dari federasi sepak bola dunia FIFA.

“Penyelenggaraannya sangat baik dan ini diapresiasi oleh FIFA sebagai salah satu event yang terbaik. Pencapaian ini merupakan kebanggaan bagi seluruh rakyat indonesia dan juga berdampak positif bagi persepsi citra Indonesia di mata dunia dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata bagi negara kita,” urai Presiden.

Berkaca dari kesuksesan ini, Presiden kemudian memerintahkan jajaran PSSI dan Kemenpora RI untuk menjajaki penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 di tahun 2025 dan Piala Dunia FIFA U-17 untuk tahun 2025-2029. Dalam dua turnamen tersebut, Indonesia menggandeng Singapura untuk dapat menjadi tuan rumah.

Lebih lanjut Presiden menanggapi penampilan Timnas Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-17 yang baru berakhir. Menurut Presiden dibutuhkan proses bagi timnas untuk bisa mencetak prestasi.

“Semuanya kan perlu proses, tidak bisa instan kemudian jadi langsung juara. Saya kira yang paling baik, makin banyak mengikuti kompetisi tingkat dunia akan makin baik untuk U-17 atau U-20 kita. Saya rasa kita akan membangun masa depan sepak bola Indonesia,” sebut Presiden.

Presiden menyatakan, dalam persiapan dan proses pengajuan tersebut Pemerintah akan menyelesaikan renovasi untuk 22 stadion. Untuk kerja sama dengan Singapura sendiri sudah ditandatangani declaration of interest oleh PSSI dan asosiasi sepak bola Singapura.

Sementara itu Menpora Dito menyampaikan sebagai gerak cepat menindaklanjuti perintah Presiden, Kemenpora akan mulai melakukan konferensi video rapat pertama dengan Menpora Singapura. Setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan kedua negara.

Ajukan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA

Menpora Dito ikut menyampaikan Presiden bukan hanya meminta pengajuan untuk tuan rumah Piala Dunia FIFA. Melainkan juga Pemerintah juga akan ikut bidding dan asistensi untuk empat agenda internasional lainnya.

Keempat agenda tersebut adalah Kejuaraan Dunia Gimnastik di 2025, Kejuaraan Dunia Bola Voli 2025, Special Olympics World Games 2027, dan UFC World Championship 2024 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Seri MotoGP pun juga akan berlanjut di Indonesia pada tahun mendatang.

“Jadi insyaallah tahun depan masih banyak sekali agenda internasional, dan 2025 insyaallah Indonesia menjadi tuan rumah banyak sekali kejuaraan dunia,” tegas Menpora Dito.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis